Xtreme Gaming membuat keputusan besar hanya dua pekan sebelum The International (TI) 2026 dimulai. Organisasi asal China tersebut resmi menunjuk legenda Dota 2 Zhang "LaNm" Zhicheng sebagai pelatih kepala baru untuk menggantikan Zhang "xiao8" Ning, dalam upaya membangkitkan performa tim yang terus menurun menjelang turnamen paling bergengsi di dunia.
Pergantian pelatih ini menjadi salah satu perubahan paling mengejutkan menjelang TI 2026. Dalam pengumuman resminya, Xtreme Gaming bahkan menyebut LaNm "dipanggil kembali pada saat krisis", menandakan besarnya harapan yang dibebankan kepada mantan pemain legendaris tersebut. Dengan status sebagai tuan rumah The International tahun ini, tekanan terhadap Xtreme Gaming memang jauh lebih besar dibandingkan tim peserta lainnya.
Ligagame: Performa Xtreme Gaming Merosot Meski Sudah Kantongi Tiket TI
Xtreme Gaming sebenarnya sudah memastikan tiket langsung menuju The International 2026 sejak akhir Mei lalu. Namun, hasil yang mereka raih setelah itu jauh dari kata memuaskan. Dalam beberapa turnamen internasional terakhir, Xtreme gagal menunjukkan performa terbaiknya. Mereka hanya mampu finis di posisi ke-11 pada BLAST Slam VII, kemudian kembali tampil mengecewakan di Esports World Cup (EWC) 2026 setelah terhenti di peringkat 13-16.
Situasi tersebut memunculkan banyak pertanyaan mengenai kesiapan tim menghadapi TI yang akan digelar di kandang sendiri. Menariknya, saat tampil di Esports World Cup, xiao8 bahkan tidak mendampingi tim. Posisinya ketika itu diisi sementara oleh Wang "Maps" Yutian.
Kini, setelah LaNm resmi bergabung sebagai pelatih kepala, Maps akan tetap berada dalam staf kepelatihan sebagai asisten pelatih.
LaNm Kembali ke Dunia Kompetitif Setelah Hampir Dua Tahun
Kembalinya LaNm menjadi salah satu cerita menarik menjelang TI 2026. Sosok yang dikenal sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah Dota 2 China itu terakhir kali menangani Azure Ray pada pertengahan 2024.
Setelah itu, ia memilih meninggalkan kursi kepelatihan untuk menjalankan peran sebagai General Manager di organisasi Cloud Rising dan Cloud Dawning. Kini, setelah hampir dua tahun tidak berada di panggung kompetitif, LaNm kembali menerima tantangan baru bersama Xtreme Gaming.
Manajemen tim percaya pengalaman panjangnya akan menjadi modal penting untuk memperbaiki kondisi skuad dalam waktu singkat. Menurut pihak organisasi, LaNm memiliki kemampuan membaca pertandingan, menyusun strategi, serta melakukan penyesuaian taktik di tengah tekanan pertandingan besar. Kolaborasinya dengan Maps juga diyakini mampu memperkuat proses latihan, analisis data, hingga penyempurnaan fase drafting.
Skuad Bertabur Bintang, Ekspektasi Pun Sangat Tinggi
Walau performanya belum stabil, Xtreme Gaming tetap menjadi salah satu kandidat kuat juara TI 2026. Hal itu tidak lepas dari kualitas roster yang mereka miliki. Di posisi carry terdapat Wang "Ame" Chunyu, pemain yang selama bertahun-tahun dijuluki sebagai "Uncrowned King" Dota 2 China karena berkali-kali nyaris menjadi juara dunia.
Ame akan didukung oleh pemain-pemain papan atas seperti:
Cheng "NothingToSay" Jin Xiang
Jing "Xxs" Lin
Xu "fy" Linsen
Jian Wei "xNova-" Yap
Deretan nama tersebut merupakan kombinasi pemain berpengalaman yang telah berkali-kali tampil di panggung The International. Meski demikian, mereka masih dibayangi tekanan besar untuk akhirnya membawa pulang Aegis of Champions.
Misi Mengakhiri Penantian Satu Dekade Dota 2 China
The International 2026 memiliki arti yang sangat spesial bagi komunitas Dota 2 China. Turnamen tahun ini kembali digelar di Shanghai, menandai kedua kalinya Negeri Tirai Bambu menjadi tuan rumah setelah TI 2019.
Banyak penggemar berharap momentum tersebut menjadi awal kebangkitan Dota 2 China. Terakhir kali tim asal China mengangkat Aegis terjadi pada The International 2016 melalui Wings Gaming. Sejak saat itu, berbagai tim China memang beberapa kali mencapai Grand Final, tetapi selalu gagal meraih gelar. Ironisnya, Ame menjadi bagian dari beberapa skuad yang harus puas sebagai runner-up, termasuk pada TI 2018, TI 2021, dan TI 2025.
Pada edisi tahun lalu, Xtreme Gaming juga nyaris menjadi juara sebelum akhirnya dikalahkan Team Falcons di partai final. Tak heran jika TI 2026 menjadi kesempatan emas sekaligus beban besar bagi seluruh skuad Xtreme Gaming.
Persaingan China Semakin Ketat
Selain Xtreme Gaming, China juga memiliki dua wakil lain yang lolos melalui babak kualifikasi regional, yakni Vici Gaming dan Team Resilience. Meski demikian, jalan menuju gelar dipastikan tidak mudah. Tim-tim Eropa seperti Team Spirit, Team Liquid, BetBoom Team, hingga Nigma Galaxy datang dengan performa yang sangat kompetitif.
Belum lagi kehadiran juara bertahan Team Falcons, yang kembali menjadi salah satu favorit utama. Persaingan menuju Aegis diprediksi menjadi salah satu yang paling sengit dalam beberapa tahun terakhir.
Pengalaman LaNm Jadi Harapan Baru Xtreme Gaming
Nama LaNm bukanlah sosok asing dalam sejarah Dota 2. Karier profesionalnya dimulai sejak era Defense of the Ancients di Warcraft III. Ia bahkan tampil pada The International pertama bersama EHOME pada 2011 dan berhasil finis sebagai runner-up.
Puncak kariernya datang saat memperkuat Team DK pada 2014 bersama BurNIng, Mushi, iceiceice, dan MMY, yang hingga kini masih dikenang sebagai salah satu roster terbaik dalam sejarah Dota 2.
Setelah pensiun sebagai pemain pada 2021, LaNm melanjutkan karier sebagai pelatih sebelum akhirnya beralih menjadi manajer. Kini, ia kembali ke panggung kompetitif dengan satu tujuan besar: membawa Xtreme Gaming bangkit tepat waktu dan mengakhiri penantian panjang Dota 2 China untuk kembali mengangkat Aegis of Champions di hadapan publik sendiri.
Dengan waktu persiapan yang hanya tersisa sekitar dua pekan sebelum TI 2026 dimulai, tantangan yang dihadapi LaNm jelas tidak ringan. Namun, pengalaman, rekam jejak, serta pemahamannya terhadap skena Dota 2 China membuat kehadirannya menjadi suntikan optimisme baru bagi Xtreme Gaming dalam perburuan gelar juara dunia tahun ini.

Ikuti terus info terbaru seputar Dota2 dan berita esports terlengkap di Ligagame! Kunjungi Instagram dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian!
Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.