Kuku, Karl, Raven Pro Player Filipina Masih Tertahan di Rumania Usai TI10

Pemain Filipina Belum BIsa Pulang usai TI10

Turnamen TI10 telah usai pada Minggu, 17 Oktober 2021. Beberap tim, pemain dan staf telah kembali ke negara msing-masing. Namun, beberapa  pemain Dota 2 terjebak di Rumania. Yup, beberapa pemain Filipina diantaranya Kuku dan Karl  (T1) harus tertahan di Bucharest karena pembatasan perjalanan COVID-19 yang kembali diterapkan. 

Sebelum TI10 berakhir pada 17 Oktober, Gugus Tugas Inter-Agency Task Force for the Management of Emerging Infectious Diseases (IATF-EID), sebuah kelompok yang diselenggarakan oleh pemerintah Filipina untuk menangani penyakit menular, merilis daftar terbaru dari pembatasan perjalanan negara. Daftar yang diperbarui menyebut Rumania sebagai satu-satunya negara dalam Daftar Merah.

Filipina advisory04 80744

 BACA JUGA: Kalahkan PSG.LGD, Team Spirit Juara The International 10 (TI10)

Rumania masuk dalam Daftar negara di bawah pengawasan tingkat tertinggi dan perjalanan internasional sehingga semua orang dari negara atau wilayah Merah ke Filipina tidak diperbolehkan. Mandat ini mulai berlaku pada 16 Oktober, yang berarti sebagian besar pemain, yang telah memesan penerbangan untuk 18 atau 19 Oktober, tidak dapat melanjutkan rencana perjalanannya.

Tidak mengherankan melihat Rumania terdaftar sebagai Merah, mengingat negara tersebut memiliki peningkatan jumlah kasus COVID-19, yang mengakibatkan Valve dan PGL membatalkan kehadiran langsung untuk TI10 sebelum acara. Kondisi ini akhirnya berdampak secara langsung terhadap beberapa pemain dan staf . Direktur tim Fnatic Eric “ReiNNNN” Khor menyebut beberapa nama pemain Filipina  yang saat ini belum bisa melakukan perjalanan pulang, yakni"

Evil Geniuses: Abed Yusop
Fnatic: Djardel “DJ” Mampusti dan Marc “Raven” Polo Luis Fausto
T1: Carlo “Kuku” Palad dan Karl “Karl” Baldovino

Menurut Kantor Operasi Komunikasi Kepresidenan Filipina, setiap individu yang  telah mengunjungi negara yang terdaftar dalam Daftar Merah 14 hari sebelum kedatangan di Filipina tidak diizinkan masuk ke negara itu kecuali mereka melakukannya melalui opsi yang disetujui pemerintah.

Seiring pemabruan aturan pembatasan perjalanan, para pemain dan staf perlu melakukan perjalanan ke negara lain, dikarantina selama 14 hari, dan memberikan semua yang diminta oleh IATF dan pemerintah Filipina sebagai bukti sebelum diizinkan pulang—dan  mempertimbangkan apa yang harus mereka lakukan pada saat kedatangan.

Well, pembatasan perjalanan memang menjadi tantangan dan bisa jadi kendala bagi tim yang akan mengikuti sebuah turnamen. Sebelumnya WePlay Holding harus mengatur penerbangan pribadi ke dan dari Kyiv, Ukraina pada bulan Mei dan Juni untuk memastikan tim China dapat menghindari masalah perjalanan dan bersaing di WePlay AniMajor.

Baca selanjutya:

Atmosfer Kemeriahan PUBSTOMP TI10 Bareng IBOT di Ligagame Esports Arena

LIGAGAME ESPORTS
The First Full-Service Esports Agency in Indonesia

Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.


© 2020 PT Lintas Portal Indonesia. All rights reserved.

Follow Ligagame Esports

Update terus dengan berita esports dan gaming terbaru!