Kontrak Pure Resmi Diputus Sepihak Oleh Virtus Pro!

by Zili

Lanjutan dari kabar yang sempat hangat kemarin tentang aksi salah satu pemain Virtus Pro/Outsiders yang melakukan rasisme dengan cara menggambar simbol kebencian Z pada saat match EEU Playoff sedang berlangsung. Kabar mengejutkan tersebut dengan cepat menyebar ke berbagai platform sosial media dan mendapatkan perhatian bukan hanya dari pemain Dota 2 itu sendiri, melainkan semua orang. Mulai dari influencer, shoutcaster, pemain game lain, sampai dengan politisi Ukraina dengan kompak menyanyangkan hal yang sangat tabu tersebut.

Kontrak-2_62ba0.jpg

Kabar terbaru soal hal ini adalah statement official yang dikeluarkan oleh BeyondTheSummit selaku penyelenggara DPC EEU Playoff. Mereka dengan sangat tegas mengecam hal tersebut dan memutuskan untuk mendiskualifikasi Outsiders dari gelaran DPC EEU Playoff.

Virtus Pro selaku tim dari Ivan “Pure” Moskalenko dan kawan kawan tidak tinggal diam. Dengan kurun waktu kurang dari seminggu, akhirnya Virtus Pro mengeluarkan statement official di twitternya.

Kontrak-4_3d62f.jpg

“Tepat setelah insiden dengan Pure selama game 1, kami menghubungi Valve dan penyelenggara turnamen sambil melakukan penyelidikan kami sendiri. Sergey Glamazda, CEO Virtus.pro, secara pribadi berbicara dengan para pemain di antara permainan untuk mengetahui lebih lanjut tentang apa yang terjadi. Pure secara terbuka menjelaskan dirinya sendiri setelah pertandingan. BTS juga menghubungi pemain lain dari tim kami untuk mendengar cerita dari sisi mereka. Kami diberi tahu bahwa keputusan akhir ada di tangan BeyondTheSummit. Beratnya hukuman itu mengejutkan. Valve memiliki sejarah tertentu dalam menerapkan tindakan disipliner, tetapi mendiskualifikasi seluruh tim dari turnamen DPC berdasarkan gambardi minimap oleh pemain tunggal membuat standarisasi baru.

Setiap tindakan memiliki konsekuensi, baik disengaja atau tidak. Virtus.pro secara konsisten menentang setiap kasus yang menghasut kebencian dalam esports. Klub mengakhiri kontrak dengan Ivan "Pure" Moskalenko karena tindakannya yang berkurang yang menyebabkan diskualifikasi dari turnamen dan menyebabkan banyak kerusakan pada hubungan kami dengan masyarakat esports di seluruh dunia.

Perubahan lebih lanjut dalam daftar kami akan diumumkan secara terpisah.”

Kontrak-3_f6820.jpg

Dengan demikian roster Virtus Pro sekarang hanya berisikan empat orang, yaitu Danil “gpk” Skutin, Dmitry “DM” Dorokhin, Daniyal “yamich” Lazebnyy dan Egor “Xakoda” Lipartiia.

Bagaimana nih tanggapan LigaGamers? Apakah dengan sanksi tersebut dapat membuat jera pemain Dota 2 yang lain untuk tidak melakukan hal hal yang tidak baik pada saat match ke depannya? Apakah ada solusi lain yang lebih baik selain memutus kontrak?

Ikuti terus info terbaru seputar Dota2 dan berita esports terlengkap di Ligagame! Kunjungi Instagram dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian! 

Baca selanjutnya:

Alohadance Dikeluarkan Sepihak Oleh Natus Vincere!

LIGAGAME ESPORTS
The First Full-Service Esports Agency in Indonesia

Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.


© 2020 PT Lintas Portal Indonesia. All rights reserved.

Follow Ligagame Esports

Update terus dengan berita esports dan gaming terbaru!