Santiago “TaiLung” Aguero Gustavo akhirnya angkat bicara setelah tersingkir dari roster LGD Gaming dan dijatuhi larangan tampil di The International 2026 (TI 2026). Prodigy Dota 2 asal Peru tersebut membantah tuduhan match-fixing dan perjudian yang mencuat menjelang turnamen terbesar Dota 2 itu.
Dalam pernyataan panjang yang diunggah melalui Facebook, TaiLung mengatakan dirinya tidak pernah menerima tawaran taruhan maupun menyepakati tindakan untuk mengatur hasil pertandingan. Ia juga menjelaskan sejumlah kejadian yang menurutnya menjadi bagian dari proses investigasi hingga akhirnya membuat dirinya kehilangan kesempatan tampil di TI 2026.
Pemain berusia 17 tahun itu juga meminta LGD Gaming dan PGL membuka bukti yang menjadi dasar keputusan hukuman. TaiLung menyatakan siap menjalani investigasi secara menyeluruh, termasuk pemeriksaan akun, catatan finansial, serta transaksi yang relevan.
TaiLung Bantah Terlibat Skandal “322”
TaiLung menjelaskan bahwa LGD sebelumnya mendapat informasi mengenai sebuah akun yang diduga memasang taruhan senilai sekitar US$20.000 hingga US$40.000 pada pertandingan tim. Kecurigaan kemudian mengarah kepadanya dan ia mengaku sempat dikonfrontasi oleh rekan setimnya, Yuma “Yuma” Langlet dan Matheus “KJ” Santos Jungles Diniz.
Namun, TaiLung menegaskan dirinya tidak terlibat. Ia mengaku merasa berada dalam tekanan dan terus dicurigai selama proses pemeriksaan berlangsung.
Menurut versinya, LGD pada 6 Agustus sempat menyampaikan bahwa pemeriksaan internal belum menemukan aktivitas mencurigakan maupun kejanggalan dalam pertandingan mereka. Sehari kemudian, organisasi tersebut meminta akses untuk memeriksa ponselnya dan TaiLung mengatakan dirinya bersedia mengikuti permintaan tersebut.
Situasi kemudian berkembang setelah sebuah percakapan lama di Discord ditemukan. TaiLung mengatakan percakapan itu berasal dari turnamen berbeda dan berisi candaan dengan seorang teman mengenai uang. Ia mengakui bahwa percakapan tersebut seharusnya tidak dilanjutkan, tetapi membantah bahwa pembicaraan tersebut merupakan kesepakatan taruhan.
Insiden Ponsel Jadi Bagian dari Investigasi
Salah satu bagian paling kontroversial dalam kasus ini adalah ketika TaiLung membuang ponselnya saat investigasi berlangsung. Ia mengakui tindakannya tersebut merupakan kesalahan, tetapi mengatakan keputusan itu muncul karena ketakutan dan tekanan.
TaiLung mengklaim menerima pesan dari nomor tidak dikenal yang mengaku sebagai ibunya dan menyebut sejumlah uang. Setelah menyadari nomor tersebut bukan milik sang ibu, ia khawatir pesan tersebut akan dianggap sebagai bukti yang memberatkannya.
Dalam kondisi panik, TaiLung mengatakan dirinya bertindak impulsif dan membuang ponsel tersebut. Ia kemudian meminta maaf kepada rekan-rekan setimnya, tetapi menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak boleh dianggap sebagai pengakuan telah melakukan pelanggaran.
LGD Dota2 division announcement pic.twitter.com/lwa4FS4UIU
— LGD Gaming (@LGDgaming) August 9, 2026
Minta LGD dan PGL Buka Bukti
TaiLung kini meminta adanya investigasi yang lebih menyeluruh untuk menjernihkan persoalan. Ia bahkan menyatakan tidak keberatan apabila akun pribadi, catatan keuangan, dan transaksi yang relevan diperiksa.
Menurutnya, investigasi terbuka diperlukan agar publik dapat membedakan antara fakta, rumor, dan spekulasi yang berkembang di komunitas Dota 2. TaiLung juga mengatakan LGD sempat memintanya mengundurkan diri secara sukarela dan meninggalkan TI 2026 selama investigasi berlangsung. Ia menolak opsi tersebut dan memilih meminta pemeriksaan lebih lanjut.
Setelah itu, ia mendapat informasi bahwa PGL menjatuhkan hukuman permanen dari seluruh turnamen yang berada di bawah penyelenggara tersebut. TaiLung juga tidak diperbolehkan mengikuti TI 2026.
Topson Gantikan TaiLung di LGD
Absennya TaiLung kemudian membuat LGD Gaming bergerak cepat menjelang TI 2026. Organisasi tersebut merekrut Topias “Topson” Taavitsainen, dua kali juara The International, untuk mengisi posisi mid laner.
Pergantian tersebut membuat perjalanan LGD di TI 2026 menjadi semakin menarik. Topson kembali ke panggung kompetitif setelah sebelumnya cukup lama meninggalkan persaingan profesional, sementara LGD harus beradaptasi dengan pemain baru dalam waktu singkat.

Di sisi lain, TaiLung mengatakan dirinya tetap menganggap para pemain LGD sebagai keluarga keduanya. Ia bahkan berharap mantan rekan-rekannya dapat tampil maksimal dan meraih hasil bagus di TI 2026.
TaiLung: Saya Selalu Bermain untuk Menang!
Kasus ini juga mendapat perhatian dari sejumlah tokoh di scene Dota 2. Salah satunya adalah pelatih asal Brasil, Filipe “Astini” Ribeiro, yang membagikan dokumen berisi dugaan catatan transaksi yang dikaitkan dengan pertandingan yang melibatkan TaiLung.
My last post about the case and lets enjoy some TI.
— Filipe Astini (@astinidota) August 11, 2026
Here is all the info that can be publicly checked and tracked on the Tailung matchfixing case. Maybe can help someone get to the guy that is organizing all of this.
There was more info on my report. But is removed because has…
Meski demikian, TaiLung menilai kesalahan individu atau keputusan yang dianggap mencurigakan tidak seharusnya langsung menjadi bukti match-fixing tanpa pemeriksaan menyeluruh terhadap pertandingan dan konteksnya. Ia juga menegaskan bahwa dirinya masih menunggu penjelasan mengenai tuduhan spesifik yang dialamatkan kepadanya serta bukti yang menjadi dasar hukuman tersebut.
Bagi pemain muda yang karier profesionalnya baru mulai berkembang, keputusan ini jelas memiliki dampak besar. Karena itu, TaiLung berharap proses investigasi dapat memberikan kejelasan, sekaligus memisahkan fakta dari berbagai rumor yang telah beredar.
Kasus TaiLung kini menjadi salah satu isu paling menarik di tengah persiapan Dota 2 TI 2026. Sementara LGD melanjutkan perjuangan di Shanghai bersama Topson, publik masih menantikan perkembangan lebih lanjut mengenai tuduhan yang membuat pemain berusia 17 tahun tersebut harus absen dari panggung The International.

Ikuti terus info terbaru seputar Dota2 dan berita esports terlengkap di Ligagame! Kunjungi Instagram dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian!
Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.