Kandas di TI 2026, Topson Isyaratkan Lanjut Karier Terus Mengupas Demi Aegis Ketiga

Sentil Patch Dota 2 Membosankan
by Visahat

Panggung kompetitif Dota 2 tampaknya belum akan kehilangan salah satu talenta paling menghibur dan jenius dalam waktu dekat. Setelah memperkuat LGD Gaming sebagai pemain pengganti (stand-in) di turnamen akbar The International (TI) 2026, Topias "Topson" Taavitsainen mengaku hasrat bertandingnya kembali berkobar. Finis di peringkat ke-12 tidak membuat sang midlaner puas, dan ia menyatakan ketertarikannya untuk menjalani satu musim kompetisi lagi.

Keinginan Kembali dan Syarat Mutlak dari Topson

Kembali merasakan atmosfer panggung megah TI membuat pandangan Topson berubah. Meski saat ini ia menikmati kehidupan yang sangat stabil sebagai seorang streamer penuh waktu, perasaan tidak nyaman setelah tersingkir di papan tengah membuatnya enggan menutup buku karier profesionalnya begitu saja. Namun, Topson menegaskan bahwa ia tidak akan menerima sembarang proposal yang masuk.

Ia memasang standar yang sangat tinggi untuk tim yang ingin meminangnya di musim depan. "Saya tidak ingin mengakhiri karier di peringkat ke-12. Rasanya sangat tidak menyenangkan. Saya pasti berpikir untuk bermain satu musim lagi dan melihat bagaimana kelanjutannya. Kita lihat saja apakah ada tim bagus yang menginginkan saya. Penawarannya harus sangat bagus bagi saya untuk mempertimbangkannya kembali bermain karena sebagai streamer, hidup saya sudah sangat stabil," ujar Topson.

Ketika ditanya apakah memenangkan trofi Aegis untuk ketiga kalinya akan menjadi penutup karier yang sempurna, ia menjawab singkat dan penuh percaya diri: "Ya, saya harus memenangkan satu lagi."

Cerita Unik Gabung LGD Gaming Tanpa Persiapan

Kehadiran Topson di TI 2026 sebenarnya merupakan sebuah kejutan besar, bahkan bagi dirinya sendiri. Awalnya, ia hanya berencana untuk melakukan streaming dari rumah dan menggelar watch party bersama para penggemarnya. Namun, sebuah pesan mendadak dari manajemen LGD Gaming sesaat sebelum turnamen dimulai mengubah segalanya.Proses kepindahannya pun dipenuhi drama. Topson mendapati masa berlaku paspornya hampir habis, membuatnya harus mengurus dokumen baru dalam waktu yang sangat singkat.

Luar biasanya, ia berhasil terbang dan tiba di Shanghai, Tiongkok, hanya sekitar 16 jam sebelum seri pertandingan pertama LGD Gaming dimulai.Meski sama sekali tidak memiliki waktu untuk berlatih bersama, Topson mengaku tidak kesulitan beradaptasi dengan gaya bermain LGD Gaming.

Menurutnya, LGD menerapkan pendekatan makro Dota 2 modern yang standar, sehingga kecocokan antar pemain langsung terbentuk setelah beberapa pertandingan awal. Ia bahkan meyakini LGD Gaming sebenarnya memiliki potensi besar untuk menembus posisi 8 besar atau lebih tinggi jika memiliki waktu persiapan yang cukup.

Kritik Terhadap Gameplay Dota 2 Modern dan Hero Unik

Sepanjang turnamen TI 2026, Topson kembali memukau penonton dengan pemilihan hero midlane yang tidak konvensional, termasuk Dragon Knight dan Gyrocopter. Ia menjelaskan bahwa ide-ide draf unik tersebut sering kali ia temukan saat bermain di mode matchmaking (ranked pub).

Jika melihat pemain lain menggunakan strategi menarik, ia akan menganalisis kesalahannya dan mengadaptasi hero tersebut sesuai dengan pemahamannya sendiri.Mengenai meta permainan saat ini, pemain yang lekat dengan julukan "Godson" ini menilai bahwa kondisi Dota 2 sekarang terasa cukup lambat dan membosankan karena sangat mirip dengan patch di tahun 2024.

Meskipun jajaran hero yang kuat terus berganti, strategi inti dan ritme permainan tidak mengalami perubahan signifikan. Secara blak-blakan, ia memberikan saran ekstrem kepada Valve: "Perkecil kembali ukuran peta dan kembalikan sistem satu kurir untuk semua pemain."

Midlaner Terbaik dan Prediksi Juara TI 2026 Versi Topson

Ketika diminta memberikan penilaian terhadap kompetitornya di turnamen ini, Topson tanpa ragu menempatkan midlaner bertalenta, No[o]ne, di peringkat pertama sebagai pemain tengah terkuat, disusul oleh Nisha di posisi kedua, dan lorenof di tempat ketiga.

Menariknya, ia dengan nada bercanda menolak memasukkan nama Malr1ne ke dalam daftar tiga besar setelah ia berhasil mengalahkannya dalam duel individu di turnamen tersebut.

Untuk laga puncak di babak Grand Final The International 2026, Topson menjagokan PARIVISION dan Team Liquid sebagai dua tim yang akan berebut takhta juara tertinggi, di mana ia secara pribadi sangat menikmati keindahan gaya bermain makro yang disuguhkan oleh skuad Liquid.

ligagame home of dota2 indonesia 7b308 c7191

Ikuti terus info terbaru seputar Dota2 dan berita esports terlengkap di Ligagame! Kunjungi Instagram dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian!

LIGAGAME ESPORTS
The First Full-Service Esports Agency in Indonesia

Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.


© 2020 PT Lintas Portal Indonesia. All rights reserved.

Follow Ligagame Esports

Update terus dengan berita esports dan gaming terbaru!