Dari The International Hingga VCT Masters, JessieVash Sudah Jajal 5 Scene Esports!

by Klemens Oscar
jessievash-pro-player-filipina-sudah-tampil-di-5-scene-esports-berbeda

Mantan pemain Mineski posisi 5 Jessie Cristy 'JessieVash' Cuyco menyita perhatian publik esports dengan karirnya yang luar biasa. Bakat pemuda Filipina berusia 31 tahun ini mampu menerapakn keahlian Dota-nya untuk game esports lainnya.

Jessie tampil di turnamen Dota 2 terbesar, The International pada 2011 silam. Ia menempati posisi 5 saat bermain untuk Mineski pada TI1 dan finish di tempat ke-11. JessieVash tampil di ajang kompetitif Dota 2 hingga tahun 2018-2019, sebagian besar di bawah bendera team Mineski dan Happy Feet. Ia juga tampil di acara LAN internasional, seperti The Frankfurt Major atau ESL One Manila 2016.

JessieVash d8fe6 de4f1

Sebagai pro player, ia kemudian 5 game esports yang berbeda. Namanya mencuat lewat sebuah cuitan di lini masa Twitter tentang keberhasilannya mencapai VCT Masters di Berlin, rangkaian tour resmi VALORANT dari Riot Games.

Twitter-Jessie_f6ac0.png

Karier pro Jessie sejatinya memang tak berujung sebagai pro player Dota 2. Pada tahun 2010, ia mendapat tempat ketiga dalam turnamen League of Legends dan menerima penghargaan khusus dengan mendapatkan kill terbanyak.  

JessieVash juga pernah bekerja sebagai pelatih untuk divisi Mobile Legends Geek Fam. Merasa "cukup" dengan scene MOBA, ia mulai berkompetisi secara profesional di beberapa event Overwatch sekitar tahun 2015-2017. Kini, sang multitalenta menaklukkan kancah VALORANT bersama Bren Esports. Tim tersebut dianggap sebagai skuad terkuat dari Filipina. 

BACA JUGA: DOTA 2 Guide : COUNTER Meepo- Bagaimana Cara Menghadapi Melee Agility Hero Menyebalkan?

Dalam sebuah wawancara dengan ONE Esports, ia menjelaskan bagaimana bermain Dota membantunya menjadi pemain VALORANT yang lebih baik. “Ini adalah salah satu hal yang saya perhatikan di MOBA yang berhasil saya terapkan di VALORANT. Misalnya, di Dota seperti cooldown. Perhatikan bagaimana menggunakan skills dan mendapatkan waktu yang tepat, sama seperti di MOBA, dan itu  benar-benar dapat membantu meningkatkan permainan."

Lebih lanjut Jessie menjelaskan bagaimana MOBA telah mempengaruhi pengambilan keputusan di VALORANT. Dia mengatakan bahwa dia belajar untuk mendasarkan keputusannya pada apa yang terbaik untuk tim, "Misalnya, di MOBA, saya mungkin akan mengorbankan diri saya, sebagai support player, daripada membuat tim saya dihabisi.  Atau terkadang saya akan menerima pukulan sehingga pemain inti atau posisi yang lebih penting tidak menerima damage."

Ikuti terus info terbaru seputar Dota2 dan berita esports terlengkap di Ligagame! Kunjungi Instagram dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian!

Baca selanjutnya: 

Dota 2 Patch 7.30 Live: Perubahan Item, Hero dan Lainnya

LIGAGAME ESPORTS
The First Full-Service Esports Agency in Indonesia

Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.


© 2020 PT Lintas Portal Indonesia. All rights reserved.

Follow Ligagame Esports

Update terus dengan berita esports dan gaming terbaru!