Perjalanan Cinderella Nigma Galaxy di The International (TI) 2026 akhirnya berakhir. Tim yang menjadi salah satu favorit penggemar tersebut harus tersingkir setelah kalah tipis 1-2 dari BoomBoys, yang juga dikenal sebagai BetBoom Team, dalam pertarungan sengit lower bracket.
Hasil tersebut menempatkan Nigma Galaxy di posisi 5-6 TI 2026 dengan estimasi hadiah sebesar US$163.565. Meski gagal melangkah lebih jauh, pencapaian ini tetap luar biasa mengingat perjalanan Nigma sepanjang musim kompetitif Dota 2 2025-2026 jauh dari kata mulus.
Di sisi lain, kemenangan 2-1 membuat BoomBoys mengamankan tempat di Top 4 TI 2026. Perjalanan mereka belum selesai karena masih harus melewati semifinal lower bracket menghadapi Team Spirit demi mendapatkan tiket menuju grand final.
Dongeng Nigma Galaxy Berakhir di Top 6
Nigma Galaxy datang ke TI 2026 bukan sebagai unggulan utama. Bahkan, performa mereka sepanjang sebagian besar musim 2025-2026 terbilang mengecewakan. Kondisi tersebut semakin menarik karena Syed Sumail “SumaiL” Hassan, salah satu pemain paling ikonik dalam sejarah Dota 2, sempat dicadangkan selama sekitar tiga bulan.
Namun, Nigma melakukan perubahan penting menjelang TI. SumaiL kembali dan dimainkan sebagai carry, sementara talenta Ukraina Artem “Lorenof” Melnick mengisi posisi midlane.
Perubahan tersebut langsung memberikan hasil. Nigma berhasil lolos ke TI 2026 melalui kualifikasi regional Eropa dan kemudian finis di Top 8 Dota 2 Esports World Cup 2026. Namun, performa mereka di TI jauh melampaui ekspektasi.
SumaiL dan Potensi Perpisahan dengan TI
Kekalahan dari BoomBoys terasa semakin emosional bagi Nigma Galaxy karena pertandingan tersebut berpotensi menjadi penampilan terakhir SumaiL di The International.
SumaiL sebelumnya memang pernah memberikan sinyal mengenai kemungkinan pensiun. Dalam wawancara setelah pertandingan, sang veteran kembali mengisyaratkan bahwa TI 2026 menjadi turnamen terakhirnya.
Jika benar menjadi akhir perjalanan SumaiL di panggung TI, kisahnya terasa sangat spesial. Ia memenangkan TI pertamanya pada 2015 ketika baru berusia 16 tahun bersama Evil Geniuses.
Sampai saat ini, SumaiL masih tercatat sebagai pemain termuda yang pernah mengangkat Aegis of Champions.
Kini, hampir satu dekade setelah kejayaan tersebut, perjalanan sang legenda di TI kemungkinan berakhir dengan finis Top 6. Bukan gelar juara, tetapi tetap sebuah pencapaian yang sulit diremehkan setelah musim penuh kesulitan.

Perjalanan Gila Nigma di TI 2026
Nigma Galaxy membuka perjalanan TI 2026 dengan kekalahan dari Iron Wing di fase grup. Namun, setelah itu mereka berubah menjadi mesin kemenangan. Nigma menyapu bersih OG, LGD Gaming, Vici Gaming, dan Team Spirit untuk mengoleksi empat kemenangan beruntun.
Rekor 4-1 tersebut membawa Nigma ke posisi tiga besar fase grup sekaligus memberikan tiket langsung menuju playoff.
Di babak playoff, mereka kembali membuat kejutan dengan mengalahkan juara bertahan Team Falcons melalui comeback 2-1. Sayangnya, langkah Nigma kemudian dihentikan Team Yandex. Kekalahan tersebut membuat mereka turun ke lower bracket dan harus menghadapi BoomBoys.
Pertarungan melawan BoomBoys akhirnya menjadi ujian terakhir bagi tim kejutan tersebut.
Game 1: Lifestealer Jadi Mesin Pembunuh BoomBoys
Game pertama berjalan relatif lambat. Nigma mencoba mengejutkan lawan dengan memilih Huskar untuk midlane. Namun, BoomBoys menjawabnya dengan Shadow Fiend pilihan terakhir yang dimainkan Danil “gpk” Skutin.
Matchup tersebut berjalan buruk bagi Lorenof. Huskar yang seharusnya menjadi ancaman di lane justru kesulitan mendapatkan farm sehingga harus berpindah ke jungle. BoomBoys kemudian mengambil kendali map. Mereka membuat Nigma Galaxy kesulitan bergerak keluar dari area base dan perlahan membangun keunggulan ekonomi. Meski Nigma berhasil mendapatkan Aegis pada menit ke-23, item tersebut tidak menghasilkan teamfight penting.
Memasuki menit ke-35, Ilja “Kiritych” Ulyanov dengan Lifestealer sudah terlalu kaya dan kuat untuk dihentikan. BoomBoys bahkan tidak membutuhkan teamfight besar untuk memenangkan pertandingan. Lifestealer memanfaatkan Infest dan Rage untuk menghabisi hero Nigma satu demi satu.
Pada menit ke-39, BoomBoys menghancurkan Ancient Nigma dan mengambil game pertama.
Game 2: Nigma Balik Mengamuk
Nigma Galaxy merespons dengan draft yang jauh lebih nyaman. Lorenof kembali menggunakan signature Ember Spirit, GH memainkan Mirana, SumaiL memilih Shadow Fiend, Davai Lama menggunakan Slardar, sementara OmaR memainkan Shadow Shaman.
Kali ini strategi Nigma berjalan sempurna. Shadow Shaman aktif berkeliling map dan membantu tim mendapatkan 10 kill pertama sebelum menit ke-19. Nigma juga terus mendapatkan pick-off dan mengamankan Aegis tanpa mendapat perlawanan berarti. Push mereka semakin kuat berkat ultimate Shadow Shaman dan damage right-click Shadow Fiend.
BoomBoys mencoba menghentikan momentum tersebut sekitar menit ke-34 ketika Nigma sedang melakukan siege di area Roshan. Namun, Nigma sudah lebih dulu mendapatkan Aegis.
BoomBoys berhasil menghabisi Shadow Fiend, tetapi Nigma langsung melakukan counterattack. Bahkan, penggunaan Satanic membuat SumaiL mampu bertahan dan kembali memberikan damage besar. Nigma kemudian melakukan wrap-around dan menghasilkan teamwipe. BoomBoys akhirnya menyerah dan mengetik GG pada menit ke-35.
Game 3: Slark gpk Mengubur Harapan Nigma
Game penentuan menjadi cerita berbeda. Nigma mengambil risiko besar dengan memilih Leshrac sebagai last pick untuk SumaiL. Davai Lama juga memainkan Lycan, hero yang cukup tidak biasa dalam pertandingan tersebut.
BoomBoys justru memiliki draft yang lebih solid. Masalah terbesar Nigma muncul di midlane. gpk dengan Slark benar-benar mendominasi Lorenof dan sempat memiliki keunggulan last hit 24-6.
Kondisi tersebut membuat Nigma kehilangan momentum agresif yang menjadi ciri permainan mereka sepanjang TI 2026.
Beberapa inisiasi Nigma juga berakhir buruk karena BoomBoys mampu membalikkan teamfight. Ketika kedua tim bertarung di sekitar Roshan, Nigma memang berhasil membunuh dua support lawan, tetapi BoomBoys tetap memenangkan pertarungan dan mendapatkan Aegis. Empat pemain Nigma akhirnya tumbang.
BoomBoys Lolos Top 4 TI 2026
Setelah keunggulan net worth Naga Siren semakin jauh dari core Nigma lainnya, pertandingan berubah menjadi proses perlahan menuju kekalahan. BoomBoys bermain sangat disiplin. Mereka tidak memberikan ruang bagi Nigma untuk melakukan comeback dan terus fokus menghancurkan objektif.
Slark milik gpk tampil agresif di garis depan, keluar-masuk teamfight sambil menguras sumber daya lawan. Nigma Galaxy akhirnya tidak menemukan jawaban. Pada menit ke-43, mereka terpaksa menyerah.
Kemenangan 2-1 memastikan BoomBoys lolos ke final four TI 2026 dan masih memiliki kesempatan merebut Aegis of Champions pertama bagi organisasi maupun para pemainnya. Selanjutnya, BoomBoys akan menghadapi Team Spirit di semifinal lower bracket. Duel tersebut menjadi langkah berikutnya dalam perjalanan mereka menuju grand final.
Sementara itu, Nigma Galaxy harus puas mengakhiri salah satu perjalanan paling emosional di TI 2026. Dari tim yang sempat terseok sepanjang musim, mereka berubah menjadi kuda hitam yang mampu menjungkalkan sejumlah raksasa Dota 2.
Dan jika ini benar-benar menjadi panggung TI terakhir SumaiL, perjalanan Top 6 bersama Nigma Galaxy menjadi penutup pahit sekaligus membanggakan bagi salah satu legenda terbesar Dota 2.

Ikuti terus info terbaru seputar Dota2 dan berita esports terlengkap di Ligagame! Kunjungi Instagram dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian!
Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.