Teknologi grafis berbasis AI milik NVIDIA kembali menjadi perbincangan komunitas gamer. Setelah sebelumnya muncul bocoran mengenai DLSS 5, teknologi tersebut kini berhasil dijalankan secara tidak resmi di Dota 2 dan hasilnya langsung mencuri perhatian.
DLSS 5 sendiri disebut sebagai teknologi berbasis kecerdasan buatan yang mampu meningkatkan tampilan visual game dengan memberikan efek pencahayaan, bayangan, material, hingga detail piksel yang terlihat lebih realistis.
Bocoran awal teknologi ini sebelumnya muncul melalui salinan game NBA 2K27. Namun, seorang penggemar Dota 2 bernama Valery Gorbunov berhasil mengimplementasikan DLSS 5 ke dalam game MOBA besutan Valve tersebut.
Hasil eksperimennya kemudian dibagikan melalui video dan memperlihatkan perubahan visual yang cukup ekstrem dibandingkan tampilan Dota 2 standar.
Tampilan Dota 2 Berubah Drastis dengan DLSS 5
Dalam video yang dibagikan Gorbunov, perbedaan antara Dota 2 tanpa dan dengan DLSS 5 terlihat cukup jelas. Para hero tampak lebih tajam dengan detail visual yang terasa jauh lebih realistis. Gorbunov sendiri diketahui berkecimpung sebagai seniman VFX yang menggunakan Unreal Engine 5. Eksperimennya terhadap DLSS 5 membuat komunitas bisa mendapatkan gambaran awal mengenai seperti apa teknologi tersebut apabila nantinya benar-benar diterapkan ke Dota 2.
Tidak berhenti pada video singkat, Gorbunov juga mengunggah rekaman ketika dirinya memainkan satu pertandingan Dota 2 Turbo menggunakan DLSS 5 dengan pengaturan grafis maksimal.
Rekaman tersebut memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai efek teknologi tersebut ketika digunakan dalam gameplay sebenarnya. Detail hero, pencahayaan, serta berbagai elemen visual di dalam pertandingan tampak mendapatkan peningkatan yang signifikan.
Bagi pemain yang mengutamakan kualitas grafis, hasilnya tentu cukup menggoda. Namun, ada satu pertanyaan besar yang langsung muncul: seberapa berat DLSS 5 terhadap performa PC?
Visual Makin Gila, Bagaimana dengan FPS?
Peningkatan kualitas grafis hampir selalu datang dengan konsekuensi terhadap performa. Hal tersebut juga menjadi perhatian utama ketika DLSS 5 mulai diuji di Dota 2. Sayangnya, Gorbunov tidak memberikan data FPS secara spesifik dalam eksperimennya. Ia juga tidak menampilkan penghitung frame rate ketika memainkan pertandingan Turbo tersebut.
Artinya, untuk saat ini belum ada data konkret mengenai seberapa besar penurunan performa Dota 2 ketika DLSS 5 diaktifkan.
Kekhawatiran ini cukup masuk akal, terutama bagi pemain yang masih menggunakan PC dengan spesifikasi terbatas. Komunitas Dota 2 dikenal sangat luas, termasuk pemain yang menjalankan game menggunakan perangkat keras kelas entry-level atau PC yang sudah berumur.
Gambaran mengenai potensi masalah performa justru datang dari eksperimen lain. Seorang pengguna Reddit bernama Rich_Construction492 sebelumnya berhasil menjalankan DLSS 5 di Counter-Strike 2 dan melaporkan penurunan frame rate hingga hampir setengah dari FPS yang didapat sebelumnya.
Jika hasil tersebut menjadi gambaran kasar, penerapan DLSS 5 pada Dota 2 berpotensi memberikan beban performa yang cukup berat.
Meski demikian, situasinya bisa berbeda apabila teknologi tersebut benar-benar didukung langsung oleh Valve. Integrasi resmi memungkinkan DLSS 5 dioptimalkan secara lebih baik dibandingkan implementasi komunitas secara manual.
Apakah Dota 2 Benar-Benar Membutuhkan DLSS 5?
Pertanyaan berikutnya bukan lagi soal apakah DLSS 5 mampu membuat Dota 2 terlihat lebih bagus, melainkan apakah peningkatan tersebut memang dibutuhkan. Secara visual, tentu akan menarik melihat Dota 2 dengan pencahayaan dan detail yang lebih realistis. Terutama bagi pemain yang senang mengoleksi dan menggunakan Arcana dengan desain visual premium.
Hero dengan skin mahal dan detail tinggi juga berpotensi terlihat semakin menarik ketika dipadukan dengan teknologi rendering berbasis AI seperti DLSS 5. Namun, Dota 2 tetap merupakan game kompetitif. Dalam pertandingan, performa memiliki peran yang jauh lebih penting daripada sekadar kualitas visual.
Pertarungan tim besar dapat menghasilkan banyak efek dan objek di layar secara bersamaan. Pada momen seperti itu, penurunan FPS bisa menjadi masalah serius, terutama bagi pemain yang sedang mengejar kemenangan di mode ranked.
Karena itu, fitur seperti DLSS 5 kemungkinan lebih cocok menjadi opsi tambahan, bukan sesuatu yang wajib digunakan seluruh pemain.
Pemain kasual yang lebih sering menikmati Turbo bisa mengaktifkannya demi mendapatkan pengalaman visual yang lebih menarik. Sementara pemain kompetitif dapat mematikannya dan memprioritaskan FPS yang stabil.
DLSS 5 di Dota 2 Masih Sebatas Eksperimen
Untuk saat ini, perlu digarisbawahi bahwa DLSS 5 belum menjadi fitur resmi Dota 2. Implementasi yang beredar berasal dari eksperimen komunitas dan belum menunjukkan bahwa Valve maupun NVIDIA telah mengumumkan dukungan resmi untuk game tersebut.
Meski begitu, eksperimen Gorbunov memberikan gambaran menarik mengenai potensi masa depan grafis Dota 2. Jika teknologi tersebut suatu hari mendapatkan dukungan resmi dan optimasi yang matang, pemain mungkin bisa menikmati peningkatan visual tanpa harus menerima penurunan performa sebesar hasil eksperimen awal.
Pada akhirnya, DLSS 5 di Dota 2 tampaknya lebih tepat disebut sebagai fitur “nice to have”. Teknologi ini bisa membuat game terlihat jauh lebih modern dan realistis, tetapi kestabilan FPS tetap menjadi prioritas utama bagi pemain yang serius mengejar kemenangan.
Untuk komunitas Dota 2, sekarang tinggal menunggu apakah Valve akan benar-benar tertarik membawa teknologi grafis generasi terbaru tersebut ke dalam game atau membiarkan eksperimen DLSS 5 berhenti sebagai proyek komunitas.

Ikuti terus info terbaru seputar Dota2 dan berita esports terlengkap di Ligagame! Kunjungi Instagram dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian!
Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.