Usai Finals Regional, BOOM Esports dan T1 Kena Penalti Pengurangan DPC Poin

BOOM Esports dan T1 Kena Penalti Pengurangan DPC Poin

BOOM Esports dan T1 telah dihukum berat karena menggunakan stand-in selama Final Regional SEA. BOOM Esports menggunakan satu pemain pengganti (stand-in) sementara T1 menggunakan dua stand-in selama turnamen. Alhasil,  BOOM Esports seharusnya mendapatkan 250 poin DPC, namun akhirnya hanya menerima 150 poin setelah dikurangi 40%. Sedangkan T1, sebagai runner-up  hanya mendapat 46,8 poin dari semula 130 poin.

BOOM Esports memasuki Final Regional dengan mendaftarkan Souliya "JaCkky" Khoomphetsavong sebagai pengganti Justine Ryan Evangelista "Tino" Grimaldo, yang telah dipindahkan ke daftar tidak aktif (inactive).  Sementara itu, T1 memainkan Kim "Gabbi" Villafuerte Santos menggantikan Nuengnara "23savage" Teeramahanon. 

BOOM Esports yang tampil impresif di Winter Tour berhasil memantapkan predikat sebagai tim terbaik regional setelah mengalahkan T1 dengan skor 3-1.  Namun, sesuai aturan Valve, “Setiap tim yang bertanding di turnamen Major dengan sub akan dikenakan penalti 40% untuk Poin DPC yang diperoleh dari turnamen itu” yang berarti BOOM Esports hanya memperoleh 150 poin, sehingga totalnya menjadi 450.

BACA JUGA: ESL Dota Pro Circuit Major 2022 Akan Berlangsung di Stockholm

Di laga grand final pada 13 Februari lalu, T1 terpaksa menggunakan pemain stand-in lagi. Memasuki game keempat, Karl "Karl" Matthew Baldovino menghadapi kesulitan teknis sehingga T1 kemudian memasukkan  Mc Nicholson "Lelouch-" Villanueva dari Polaris Esports.  

Update (17 Feb 2022): Dalam sebuah tweet, Beyond the Summit (BTS) mengungkapkan bahwa T1 tidak berwenang untuk menggunakan stand-in Karl "Karl" Matthew Baldovino di game keempat karena sudah menggunakan stand-in Nuengnara "23savage" Teeramahanon-, tetapi BTS membuat "kesalahan administratif" dengan mengizinkan tim melakukannya. Karena kesalahan dari pihak BTS, pengurangan 40% dalam poin DPC yang dihasilkan dari stand-in Karl akhirnya dibatalkan.

Meski mengalami pengurangan DPC Poin, BOOM Esports terus memimpin peringkat poin DPC dengan 450 poin, diikuti oleh Gladiator dan Team Liquid dengan masing-masing 430 poin. Sementara T1 masih bercokol di peringkat ke-14. 

BOOM Esports dan T1 kemungkinan akan dihukum lebih dari sekadar pengurangan poin selama Final Regional. Sesuai aturan Valve, “Setiap pemecatan pemain akan dikenakan penalti 15% untuk semua Poin DPC yang diperoleh pada saat penghapusan. Tidak ada penalti untuk menambah pemain baru.” 

Yup! Jika T1 dan BOOM Esports secara resmi melakukan perubahan roster, mereka kembali akan menerima pengurangan poin yang lebih besar. Jika BOOM Esports membuat pengumuman resmi JaCkky menggantikan Tino, tim akan kehilangan 15% dari 450 poinnya, sehingga totalnya menjadi 382,5. Sedangkan pada event T1 yang resmi menggantikan 23savage dengan Gabbi akan kehilangan 25,02 poin sehingga totalnya menjadi 141,78.

Akan menarik untuk melihat seperti apa roster  kedua tim untuk Tour 2 DPC 2021-22, yang dimulai pada bulan Maret mendatang.

Ikuti terus info terbaru seputar Dota2 dan berita esports terlengkap di Ligagame! Kunjungi Instagram dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian!

Baca selanjutnya:

Alliance Ungkap Alasan w33 Enggan Bergabung, Mikoto Jadi Opsi

LIGAGAME ESPORTS
The First Full-Service Esports Agency in Indonesia

Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.


© 2020 PT Lintas Portal Indonesia. All rights reserved.

Follow Ligagame Esports

Update terus dengan berita esports dan gaming terbaru!