Turnamen internasional ESL Pro League Season 23 akhirnya memasuki babak puncak setelah dua tim kuat memastikan tempat mereka di partai final. Aurora dan Natus Vincere akan saling berhadapan dalam duel penentuan gelar juara.
Aurora memastikan tiket ke final setelah tampil impresif dengan mengalahkan Astralis dalam seri dramatis. Sementara itu, NAVI berhasil menyingkirkan tim muda FUT Esports dalam semifinal yang juga berlangsung sengit.
Pertemuan kedua tim ini menjadi salah satu duel paling dinantikan di kompetisi Counter-Strike 2 tahun ini, mengingat performa konsisten yang ditunjukkan oleh Aurora dan NAVI sepanjang turnamen.
Aurora Dominan Usai Bangkit dari Kekalahan Map Pertama
Aurora tampil sangat solid ketika menghadapi Astralis di semifinal. Meski sempat kehilangan map pembuka, tim asal Turki tersebut mampu bangkit dan mendominasi dua map berikutnya.
Pertandingan dimulai di map Nuke, di mana Astralis berhasil mengamankan kemenangan tipis dengan skor 13-11. Duel berlangsung sangat ketat hingga akhirnya ditentukan oleh satu round eco penting ketika skor berada di angka 11-11.
Namun kekalahan tersebut tidak membuat Aurora kehilangan momentum. Mereka justru tampil jauh lebih agresif di map berikutnya.
Dust2 Jadi Panggung Dominasi Aurora
Di map kedua Dust2, Aurora benar-benar mengambil alih permainan. Mereka menutup babak pertama dengan keunggulan telak 10-2, membuat Astralis kesulitan mengembangkan strategi.
Performa luar biasa dari pemain bintang XANTARES menjadi salah satu faktor utama dominasi Aurora di map ini. Dengan permainan agresif dan koordinasi tim yang rapi, Aurora menutup map dengan skor 13-2, memaksa pertandingan berlanjut ke map penentuan.
Inferno Amankan Tiket Final Aurora
Map ketiga Inferno diprediksi akan menjadi keuntungan bagi Astralis karena mereka memiliki statistik kemenangan lebih tinggi dalam beberapa bulan terakhir. Namun kenyataannya berbeda. Aurora kembali tampil konsisten dan mampu mengendalikan tempo permainan sejak awal.
Babak pertama berakhir 7-5 untuk Aurora, memberikan mereka momentum penting menuju babak kedua. Astralis sempat mencoba bangkit setelah memenangkan pistol round pertama mereka dalam seri tersebut. Mereka bahkan sempat mencapai angka 10 round.
Namun upaya tersebut tidak cukup untuk menghentikan Aurora. Pemain muda Wicadia tampil impresif dengan kontribusi besar di sisi CT, membantu timnya menutup map dengan skor 13-10.
Kemenangan ini memastikan Aurora melangkah ke Grand Final ESL Pro League Season 23, sekaligus menjadi final internasional pertama mereka pada tahun 2026.

Di semifinal lainnya, Natus Vincere menghadapi FUT Esports. Meski di atas kertas NAVI lebih diunggulkan, FUT mampu memberikan perlawanan yang cukup sengit sepanjang pertandingan.
Map pertama Mirage berjalan sepihak untuk NAVI. Mereka langsung unggul 10-2 di babak pertama sebelum menutup pertandingan dengan skor 13-5. Pemain NAVI iM menjadi bintang dengan performa luar biasa, mencatat 26 kill dan rating 2.39.
FUT Bangkit di Ancient
Di map kedua Ancient, pertandingan berubah jauh lebih kompetitif. NAVI sempat memimpin 8-4 di babak pertama dan terlihat akan menutup seri dengan kemenangan cepat. Namun FUT menunjukkan mental kuat dengan permainan agresif di sisi T. Trio pemain seperti lauNX, cmtry, dan dem0n berhasil membalikkan keadaan. FUT akhirnya menang 13-11 dan menyamakan skor seri menjadi 1-1.
WHAAAAAAAAAAT??? THAT'S OUTRAGEOUS@KrabeniCS #ESLProLeague pic.twitter.com/XRIKkNB4sL
— ESL Counter-Strike (@ESLCS) March 14, 2026
NAVI Pastikan Tiket Final di Dust2
Map penentuan Dust2 menjadi penutup duel sengit ini. FUT sempat memimpin 6-2, namun NAVI mampu bangkit dan menutup babak pertama dengan skor imbang 6-6.
Di babak kedua, pertahanan NAVI tampil sangat solid. Mereka hanya kehilangan satu round di sisi CT. Momen paling spektakuler datang dari Krabeni, yang mencatat Scout Ace luar biasa—aksi yang diprediksi akan masuk dalam highlight terbaik tahun ini. NAVI akhirnya menutup map dengan skor 13-7 dan memastikan tempat mereka di Grand Final.
Pertemuan Aurora dan NAVI di Grand Final ESL Pro League Season 23 diprediksi akan menghadirkan pertandingan yang sangat menarik. Aurora datang dengan momentum besar setelah menyingkirkan Astralis dengan performa dominan. Di sisi lain, NAVI menunjukkan kedewasaan permainan dan pengalaman yang kuat di turnamen besar.
Dengan kedua tim sama-sama memiliki roster bertalenta dan strategi yang matang, final ini berpotensi menjadi salah satu pertandingan paling seru dalam kalender esports Counter-Strike tahun ini.

Ikuti terus berita terbaru seputar CS:GO dan skena esports lainnya di Ligagame Esports! Kunjungi Instagram dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian.
Baca selanjutnya:
BLAST Premier Investasi $10 Juta Dollar Siapkan Semua Event Full LAN di 2027
Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.