Fnatic Tawarkan Kepemilikan Bersama dengan Fans Esports

Fnatic Tawarkan Kepemilikan Bersama dengan Fans Esports

Bos Fnatic, Sam Mathews baru-baru ini mengungkapkan kemungkinan untuk berbagi kepemilikan dengan fans atau para penggemar. Fnatic merupakan organisasi esports yang didirikan pada tahun 2004 bermarkas di London, Inggris telah memiliki pro player dari penjuru dunia. Fnatic memiliki divisi esports untuk Apex Legends, Counter-Strike: Global Offensive, Dota 2, Heroes of the Storm, League of Legends, PUBG Mobile, dan Rainbow Six Siege.

Fnatic, sebagai salah satu organisasi dan brand esports teratas menawarkan kesempatan kepada publik untuk membeli sebagian kecil dari bisnisnya.
"Kami memberi para penggemar kesempatan untuk memiliki bagian dari masa depan organisasi esports," demikian pernyataan Sam Mathews kepada Newsbeat.

Sam lanjut menyatakan keikutsertaan penggemar dalam kepemilikan bisa menjadi hal yang umum di dunia esports.
"Tidak ada cara yang lebih benar untuk membawa penggemar dalam perkembangan dan kemajuan sebuah organisasi esports selain memberikan kesempatan nyata untuk memiliki sebagian dari kepemilikannya."

BACA JUGA: EVOS Esports Raih Penghargaan di Ajang Marketing Events Awards 2020

Kepemilikan bersama dengan penggemar, meski belum diatur secara normatif, lebih umum terjadi pada olahraga tradisional dibandingkan dengan esports. Well, jika kita kaitkan dengan dunia olahraga misalnya yang populer sepakbola di Inggris banyak klub liga di divisi rendah seperti Wycombe Wanderers, Accrington Stanley dan Carlisle sebagian saham dimiliki oleh para penggemar - sementara klub Liga Premier memang dimiliki oleh perusahaan dan investor besar. Demikian juga di Jerman, aturan kepemilikan sepak bola mengharuskan tim dimiliki sepenuhnya atau sebagian oleh penggemar. Sementara kompetisi NFL di Amerika Serikat, klub Green Bay Packers juga bisa dimiliki oleh para fans.

Sam Mathews Fnatic 46808

Menurut Sam, esports akan mendapat manfaat dengan menawarkan kesempatan kepada fans untuk melakukan hal yang sama, meskipun hanya sebagian kecil dari keseluruhan struktur tim.

Fnatic baru-baru ini mendapatkan hampir £ 7,5 juta lewat pendanaan pribadi (private fund) tetapi ingin membuka sebagian kecil dari bisnis - sekitar 1,5% - dimiliki oleh penggemar.
"Hingga saat ini belum ada cara bagi para penggemar esports untuk bergabung dengan tim favorit mereka," kata Sam.
"Selama ini kepemilikan hanya terbuka untuk individu yang sangat kaya atau institusi investor. Tapi ini bukan tentang mendapatkan suntikan dana tambahan, ini tentang tiga ribu lima ratus orang yang juga ingin berinvestasi," ujarnya.

Sejauh ini Fnatic telah menerima lebih dari 3000 orang telah mendaftar, yang jika digabungkan mencapai £ 1,5 juta. Mendorong penggemar untuk berinvestasi dan mengikat mereka secara finansial , baik di dalam maupun di luar kompetisi, tetaplah berisiko tinggi bagi kiprah Fnatic.
Dengan investasi yang terhimpun, penggemar mungkin juga bisa ikut merasa kecewa dengan performa tim jika tidak berjalan sesuai rencana, sehingga dapat meningkatkan tekanan pada pro player.

fnatic fans4 cdaf0

Sam menyadari dengan tingkat kepemilikan yang dimiliki penggemar, meskipun kecil, memberi mereka hak untuk bersuara dan beraspirasi terhadap setiap keputusan. Untuk itu, ia siap untuk "komunikatif" bahkan setelah proses crowdfunding selesai.
"Kami telah memberi tahu dunia segalanya, seluk beluk bisnis kami dan menjawab setiap pertanyaan."
Ada juga risiko jika terjadi kesalahan besar, dan tim bangkrut, orang bisa kehilangan investasi mereka. Namun Sam meyakinkan kalau hal itu tidak mungkin, karena organisasi memiliki visi dan ambisi besar dan "benar-benar menatap rencana lima tahun ke depan dengan strategi pertumbuhan."

"Saya pikir jika tim lain ingin melibatkan komunitasnya, mereka harus melakukannya. Ini seperti membuka akses secara demokratis, kami ingin memberi fans tempat untuk menyuarakan pendapat, memberikan pandangan transparan tentang apa yang akan dilakukan dan ke mana arah organisasi. Saya yakin akan melihat organisasi lain mengikuti langkah ini," pungkas Sam.

Baca selanjutnya: Evos Esports Akhirnya Gugur Setelah Sebelumnya Mengalahkan Fnatic

 

LIGAGAME ESPORTS
The First Full-Service Esports Agency in Indonesia

Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.


© 2020 PT Lintas Portal Indonesia. All rights reserved.

Follow Ligagame Esports

Update terus dengan berita esports dan gaming terbaru!