Pemain Apex Legends di Jepang Selalu Kena Banned Gara-Gara Satu Kata Ini!

Jepang menjadi salah satu negara dengan jumlah pemain Apex terbanyak.
Apex Legends

Judul berita ini tak berlebihan dan faktanya memang demikian. Yup, apa jadinya jika pemain Apex Legends di Jepang terkena banned hanya karena mengucapkan kata "lari" (run)? Selidik punya selidik, hal ini dikarenakan pengucapan kata lari dalam bahasa Jepang, yakni "nigero".

Apex Legends Wattson Shh 7c17c

Dalam beberapa minggu terakhir, ada beberapa laporan tentang pemain yang akunnya diblokir karena mengatakan "nigero" - kata dalam bahasa Jepang yang diterjemahkan menjadi "lari" atau "kabur".

Well, dalam sebuah game FPS atau battle royale, tentu adalah alami dan wajar untuk mengatakan "lari" guna memperingatkan teman tentang keberadaan musuh yang mendekat atau mengancam. Sayangnya, pengucapan kata lari dalam bahasa Jepang memang bisa terdengar atau bermakna penghinaan rasial dalam bahasa Inggris.

BACA JUGA: Apex Legends Rilis di Nintendo Switch, Ada Mode Crossplay

Seorang pemain Jepang yang di-banned karena mengucapkan "nigero" lantas memposting tangkapan layar ke Reddit dan situs lain, alasan EA menangguhkan akunnya karena "perkataan yang mendorong kebencian." Dan sebaagi sanksi, akunnya pun dilarang bermain selama selama 168 jam - atau satu minggu - tentu jumlah waktu yang signifikan bagi seorang player jika ingin menaikkan level maupun rank. Hal ini tentu saja mengejutkan dan sedikit sulit diterima oleh para pemain.

Seperti yang dijelaskan oleh akun Redditor Tesg9029, pemain Jepang itu mencoba memperingatkan rekan satu timnya untuk berlari dalam bahasa Inggris, karena musuh sedang mendekat. Namun, ketika teman mereka tidak mengerti, pemain tersebut mengira rekan satu timnya adalah orang Jepang sehingga menggunakan kata lari dalam bahasa Jepang.

Pemain yang terkena banned juga berupaya protes atas hukuman yang dijatuhkan. "Inilah mengapa saya sama sekali tidak suka menggunakan obrolan chat. Mereka sudah melakukan hal semacam ini beberapa kali. Saya tidak mau mengambil risiko untuk akun saya, ini memengaruhi alur game karena membatasi kemampuan [Anda] untuk berkomunikasi dengan tim Anda! ".

“Ini menjadi konyol, sebaiknya Apex mungkin menerjemahkan obrolan terlebih dahulu, jika mereka tidak berbicara bahasanya baru kemudian mengeluarkan larangan (banned) jika perlu,” komentar pengguna yang lain.

Tidak jelas apakah sanksi banned ini dikeluarkan secara otomatis atau secara manual oleh moderator, tetapi jika ini dilakukan secara manual, fakta bahwa ini lebih merupakan perbedaan bahasa tentu menimbulkan sedikit masalah, terutama bagi pemain Jepang.

Sejak dirilis pada tahun 2019, Apex Legends menjadi game battle royale yang semakin digemari di dunia. Dua tahun kemudian, game ini semakin dinikmati lebih banyak pemain yang ingin mencicipi kombinasi mekanik hero shooter dalam arena battle royale. Apex Legends pun semakin populer di Negeri Sakura.

Chad Gardner selaku Game Director di Respawn optimis turnamen Apex Legends Japan Series ke- 9 akan menarik lebih banyak player. Tapi, dengan munculnya fenomena banyaknya akun player yang terkena banned/suspend tentu bukan kondisi yang ideal.

 

900px Apex Legends Japan Series 0137d

Ini bukan pertama kalinya sebuah kata dalam bahasa Asia menimbulkan masalah bagi penutur bahasa Barat. Seperti yang pernah dilaporkan BBC , kata dalam bahasa China "nage", yang pada dasarnya diterjemahkan menjadi "itu" telah memicu cukup banyak perdebatan. Sejauh ini, baik EA maupun Respawn belum berkomentar tentang masalah ini.

Apex Legends dikembangkan oleh Respawn Entertainment dan diterbitkan oleh Electronic Arts. Game battle royale berbasis free-to-play ini dirilis untuk Microsoft Windows, PlayStation 4, dan Xbox One pada 4 Februari 2019.

apex legends bfdce

Berlatar sebuah tempat dan masa 30 tahun setelah Titanfall, game shooter ini menempatkan para player sebagai tim beranggotakan 3 orang (dengan pilihan karakter hero unik dan memiliki peran seperti menyerang, bertahan, pendukung dan pengintai). Setiap pertandingan dapat diikuti hingga 20 tim untuk bertempur. Semua tim memulai tanpa peralatan dan diterbangkan ke atas peta permainan melalui dropship secara acak dan pemain lalu terjun ke sembarang tempat di peta yang dilalui dropship. Setiap tim menjelajahi peta permainan untuk mencari senjata, amunisi, dan peralatan lainnya sembari berjuang untuk menjadi tim terakhir yang tersisa, dan berusaha tetap berada di zona aman yang terus menyusut.

Ikuti terus info terbaru seputar Apex Legends di Ligagame! Jangan lupa kunjungi Instagram dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian! 

Baca selanjutnya:

Prediksinya Salah, Streamer Mason Makan Uang Dollar Sambil Live!

 

LIGAGAME ESPORTS
The First Full-Service Esports Agency in Indonesia

Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.


© 2020 PT Lintas Portal Indonesia. All rights reserved.

Follow Ligagame Esports

Update terus dengan berita esports dan gaming terbaru!