• INDONESIA FIRST ESPORTS COMPANY
    Established Since 2001
  • HAS HAD AN EXTENSIVE EXPERIENCE IN ORGANIZING MAJOR ESPORTS EVENTS Read More
    More than 80 Events in the Last 18 years
  • PROVIDE THE FIRST ESPORTS ARENA IN INDONESIA Read More
    In a Center of West Jakarta
  • INDONESIA FIRST LIVESTREAM BROADCASTING COMPANY Read More
    Equipped with a 4K Production Equipments
  • 1

OUR SERVICES

  • EVENT ORGANIZER

    EVENT ORGANIZER

  • BROADCAST

    BROADCAST

  • VENUE ESPORTS ARENA

    VENUE ESPORTS ARENA

  • 1
  • 2
  • 3

INDONESIA NO 1 ESPORTS COMPANY

VIEWS 2019 : 44,847,113 VIEWS

WATCH TIME 2019: 7,537,785 HOURS

REACH 2019 : 571,039,279

 


Esports adalah industri yang sulit dalam mengatur jadwal, ada begitu banyak peristiwa untuk dipersiapkan dan kadang-kadang jadwal harus mau tidak mau berubah. Jadwal padat kali ini menimpa Digital Chaos yang merupakan tim runner up TI6.

Tim asal Amerika Serikat tersebut absen di turnamen Northern Arena BEAT Invitational dan akan digantikan oleh Team NP yang berada di posisi kedua babak closed qualifiers. "Karena masalah penjadwalan, Digital Chaos telah memberitahu kami bahwa mereka akan menarik diri dari Northern Arena BEAT Invitational dan tidak akan datang ke Montreal," pernyataan dari panyelenggara.

"Kami memahami bahwa mereka benar-benar ingin hadir, tapi sayangnya tidak bisa. Kami berharap mereka beruntung di turnamen mendatang mereka, Boston Major dan The Summit 6." Northern Arena BEAT Invitational akan berlangsung di Bell Centre, Montreal Kanada pada tanggal 11-13 November mendatang.

Total ada delapan tim yang akan bertanding memperebutkan hadiah sebesar $100.000 (1,3 milyar rupiah). Northern Arena BEAT Invitational mungkin merupakan acara pertandingan Dota2 LAN terbesar yang pernah diselenggarakan di Kanada, Bell Centre sendiri merupakan arena hoki terbesar di dunia dan markas dari Montreal Canadiens Hockey Club. Berikut adalah 8 tim yang bertanding:

Wings Gaming
EHOME
NP
Evil Geniuses
compLexity Gaming
Alliance
Team Liquid
FDL

0
0
0
s2sdefault